Kamis, 27 Februari 2014

Kuliner Legendaris Di Malang

Kuliner Legendaris Di Malang



Kuliner Legendaris Di Malang - Kota Malang merupakan surga bagi pengiat kuliner jenis apapun . Namun cita rasa kuliner tersebut yang membuat bertahan dan layak mendapatkan julukan kuliner legendaris . Berikut ini beberapa kuliner legendaris di Malang :

1. Warung Lama Haji Ridwan ( Tahun 1925 – Sekarang )

Warung Lama H. Ridwan ini sangat dikenal masyarakat Malang akan citarasanya yang legendaris. Seperti namanya, Warung Lama H. Ridwan ini memang sudah ada sejak lama, yakni sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia dari tahun 1925. Sejak saat itulah, warung ini sudah berhasil memenuhi selera kuliner masyarakat Jawa Timur, khususnya di Malang.

Di rumah makan ini, aneka menu yang dihadirkan sejak dahulu masih memiliki citarasa yang sama dan sangat khas. Resep masakan Jawa Kuno yang dihadirkan pun sungguh sangat menggoda dan nikmat untuk dicicipi. Anda akan dapat menikmati aneka menu andalan Kota Malang juga di tempat ini.

2. Depot HTS / Han Tjwan Sing ( Tahun 1927 – Sekarang 

Depot HTS atau Han Tjwan Sing yang telah berdiri sejak 1927 ini merupakan tempat kuliner sekaligus persinggahan bagi pelancong yang melakukan perjalanan keluar kota Malang, ke arah utara, misalnya ke Surabaya. Makanan yang menjadi primadona di HTS adalah onde-onde HTS dan rawon merah.

Kue onde-onde bikinan Depot HTS teksturnya bulat cantik dan kenyal tidak keras. Jajanan bertabur wijen ini digoreng sempurna warnanya kekuningan. Ada banyak pilihan isi selain kacang hijau, sebut saja isi kelapa dan kacang merah. Terdapat juga onde-onde yang terbuat dari ketan hitam dengan kenikmatan yang tak kalah jempolan.

3. Soto Daging Rahayu ( Tahun 1928 – Sekarang )

Di lokasi yang tak jauh dari Warung Lama H. Ridwan ada penjual soto daging, nama pemiliknya Hj. Puji Astutik atau biasa disapa Tutik. Warung soto ini juga sudah ada sejak tahun 1928. Lokasi warung soto daging Hj. Tutik tampak lebih sederhana. Tempatnya berada di pojok perempatan stan pasar, sehingga terkesan agak menyempil.

Lokasinya sederhana namun kepopuleran soto daging ini tidak kalah dengan pamor warung lamanya H. Ridwan. Terbukti, setiap hari warung soto ini juga ramai dipadati pembeli. Tutik merupakan orang keempat yang mengelola sejak warung soto itu dibuka di era zaman Belanda. Yang merintis warung ini adalah seorang pria bernama Saidi, kemudian diteruskan oleh anaknya Supiatun, lalu diteruskan oleh ibunda Tutik, Hiyana. Baru kemudian pada tahun 1985 dilanjutkan oleh dirinya hingga saat ini. Soto daging Tutik memang terasa khas karena pengguna resepnya yang digunakan secara turun temurun termasuk dalam memilih bahan yang selalu diutamakan berkualitas.

4. Toko Oen ( Tahun 1930 – Sekarang )

Toko Oen yang terletak di dekat Alun-Alun Kota Malang ini sudah ada sejak jaman Penjajahan Belanda pada tahun 1930. Cerminan tuanya usia Toko Oen ini nampak sekali pada desain arsitektur bangunannya yang khas Belanda serta pajangan foto hitam putih suasana Kota Malang di masa lampau. Furnitur seperti kursi rotan rendah yang ditata mengelilingi meja bundar juga nampak sangat khas tempoe doeloe.

Sejak dulu, Toko Oen ini sudah dikenal dengan ice creamnya. Varian rasa es krim seperti Tutti Fruity Cassata yang terbuat dari buah-buahan, kemudian Sparkling Delight yakni es krim buah cocktail yang disajikan dengan kembang api menyala, lalu Morkus yakni es krim dengan cita rasa kopi, dan masih banyak lagi lainnya. Para pemburu kuliner legendaris, perlulah singgah sejenak ke tempat makan legendaris ini.

5. Putu Lanang Celaket ( Tahun 1935 – Sekarang )

Putu Lanang-lah tempatnya. Di tempat ini, Anda dapat memilih aneka macam jajanan seperti putu, cenil, lupis, dan sejenisnya. Berada di ujung sebuah gang di Jalan Jaksa Agung Suprapto, yang merupakan jalan utama di Malang. Usaha yang dirintis sejak 1935 di kawasan Celaket ini banyak diburu pecinta jajanan tradisional Jawa di kota Malang.

Jajan pasar yang ditawarkan yaitu puthu, lopis, klepon, dan cenil. Buat Anda yang kangen dengan jajanan klasik di masa kecil bisa langsung menuju ke Warung Puthu Lanang. Per porsi puthu, klepon, cenil, dan lopis disajikan di atas daun pisang yang diguyur air gula merah kental dan ditaburi parutan kelapa. Jajanan ini bisa dicampur komplit atau terpisah.

6. Tahu Lontong Lonceng ( 1935 – Sekarang )

Salah satu kuliner legendaris di Malang adalah Depot Tahu Lontong Lonceng . Terletak di Jalan Laksamana Martadinata no.66 . Siapa sangka Depot Tahu Lontong ini sudah ada sejak sebelum jaman kemerdekaan yakni tahun 1935 dan tetap bisa survive sampai sekarang dengan cita rasa yang tidak pernah berubah.
Cara penyajian tahu telur Lonceng cukup unik. Sambal petis di dasar piring lalu diberi irisan lontong dan paling atas ditaburi tahu telur. Rasa makanan ini terbukti telah membuat banyak pelanggan merasa ketagihan sehingga tak mengherankan jika Depot milik Bpk. Abdulrohim ini tak pernah sepi pembeli. Meski tempat yang tersedia termasuk sempit, tetapi karena cepatnya pelayanan, maka kita tidak perlu antri terlalu lama jika ingin makan di tempat.

7. Bakso Geprak Mbah Djo ( Tahun 1935 – Sekarang )

Bakso geprak dan soto geprak Mbah Djo adalah salah satu kuliner tempo dulu yang dimiliki oleh kota Malang. Rasa serta kualitas masakan benar-benar lain dibandingkan dengan bakso atau soto pada umumnya karena menggunakan cara pengolahan serta resep rahasia sejak tahun 1935. Bakso dan Soto Geprak Mbah Djo merupakan suatu produk olahan daging yang diperkenalkan pertama kali di kota Malang oleh seorang mbah Djo muda pada tahun 1935. Dan rahasia itu baru terungkap oleh anak cucu cicit beliau lewat tulisan tangan resep rahasia beliau.

Proses pengolahan dilakukan dengan cara menumbuk/menggeprak daging hingga halus sehingga serat daging terpisah dengan sendirinya tanpa harus ada proses pemotongan serat seperti yang terjadi pada produk bakso pada umumnya. Untuk menjamin dari segi kebersihan, kesehatan, dan efektifitasnya, maka untuk saat ini sudah menggunakan mesin modern penumbuk daging dengan prinsip kerja yang sama dengan proses tradisional guna untuk mempertahankan cita rasa yang ada.

8. Rawon Brintik ( Tahun 1942 – Sekarang )

Warung nasi rawon yang unik dan memiliki sejarah panjang ini didirikan sejak 1942. Dinamakan rawon brintik karena sang istri pemilik warung ini memiliki rambut keriting atau brintik. Hingga nama ini melekat menjadi brand warung rawon khas Malang ini. Terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan 39 Malang

Yang paling khas dari warung ini tentu saja nasi rawonnya. Dagingnya sangat empuk dan terasa lumat di lidah. Seperti lazimnya penyajian nasi rawon di kota Malang, rawon dan nasi tersaji dalam satu piring bertabur kecambah. Agar lebih nikmat tambahkan sedikit sambal dan lauk dendeng paru. Santap bersama kerupuk udang yang renyah atau keripik belinjo yang sudah tersedia di masing-masing meja.

9. Angsle & Ronde  Titoni ( Tahun 1948 – Sekarang )

Awalnya pada 1948 usaha makanan angsle dan ronde ini berjualan di depan toko jam Titoni di dekat Pasar Besar Malang. Kemudian lambat laun berkembang hingga pelanggan banyak yang mengenal dengan nama Depot Ronde Titoni.

Untuk urusan angsle, Titoni memang bisa diandalkan, maklum saja di kota Malang warung yang menjual ronde atau angsle yang nikmat hanya bisa dihitung jari. Seporsi angsle terdiri dari kacang hijau yang empuk, irisan roti tawar yang dipotong kotak-kotak, agar-agar mutiara, pethulo, yang kemudian diguyur dengan kuah santan berasa gurih manis. Anda bisa menemuinya sekarang di Jalan Zainul Arifin

10. Bakpao Boldi ( Tahun 1950 – Sekarang )

Bakpao Boldy Malang yang terkenal akan kelembutan dan citarasanya yang lezat saat dinikmati. Terletak di Jalan Mangun Sarkoro No.25, Malang. Untuk menjaga citarasa yang alami tidak menggunakan sedikitpun bahan kimia berbahaya melainkan menggunakan bahan alami berkualitas yang baik dan sehat untuk segala usia.

Bakpao Boldy Malang  juga menyajikan beragam varian bakpao yang wajib Anda coba antara lain seperti rasa ayam cincang, babi cincang, ayam kecap, babi kecap, kacang hijau, kacang tanah dan tausa. Karena tekturnya yang lembut dan citarasanya yang lezat membuat Bakpao Boldy Malang menjadi menu hidangan yang nikmat untuk Anda coba.

11. Soto Daging Pak Markeso ( Tahun 1950 – Sekarang )

Nama sotonya diambil dari nama penjualnya, Pak Markeso. Bapak yang usianya sudah sepuh ini sudah berjualan soto daging khas Madura sejak tahun 50-an. Ada bumbu khas Madura yang digunakan sebagai tambahan bumbu dasar, katanya. Inilah yang membuat soto daging Pak Markeso rasanya lezat dan nendang di lidah.

Soto Pagi Duro Pak Markeso ini berlokasi di Jalan Sindoro, Malang atau daerah jalan Ijen. pak Markeso jualan soto daging madura, dengan menggunakan gerobak yang khas soto madura, mangkal di pinggir jalan Sindoro di bawah pohon, buka mulai pagi hingga siang/sampai habis.

12. Rumah Makan Cairo ( Tahun 1952 – Sekarang )

Rumah Makan Cairo adalah satu-satunya rumah makan di Kota Malang yang menyajikan menu khusus dari daging kambinng. Dengan membuka warungnya di Jl. Kapt Tendean 1, rumah makan ini cukup terkenal dengan menu sate kambingnya. Memang, rumah makan yang satu ini begitu lekat dihati orang Malang. Saking lezatnya sate ini tak hanya orang Malang saja yang terpikat, banyak pendatang maupun orang luar yang menyempatkan diri hanya untuk menikmatinya.
Rumah makan Cairo yang berdiri sejak tahun 1952 ini menjadikan daging kambing sebagai bahan utama dari setiap menu yang disajikannya. Sate Cairo misalnya, sajian ini merupakan sajian utama yang sangat terkenal. Dengan sekali lirik saja, selera makan anda langsung tergoda untuk mencicipinya. Sate ini disajikan dengan irisan daging yang lumayan gede. Dalam penyajiannya, dibubuhi saus kacang tanah ditambah tempah-rempah alami. Rumah Makan Cairo, Suguhkan Selera Timur Tengah

13. Depot Soto Lombok ( Tahun 1955 – Sekarang )

Sejak didirikan pada 1955, Depot Soto Ayam Lombok sudah banyak dikenal masyarakat dengan cita rasanya yang khas. Soto Lombok nampak berwarna keruh kecoklatan, agak kental. Penyajiannya sendiri terdiri atas nasi dengan potongan kentang rebus, telur bebek rebus, mie su’un, irisan kubis segar, taoge, potongan daging ayam kemudian ditaburi koyah. Sajian soto lombok ini akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan dicampur sedikit kecap manis.

Kuliner legendaris yang satu ini telah melekat pada penanda kekhasan Kota Malang tersendiri. Sebab tak hanya bakso dan cwi mie, Kota Kuliner ini juga punya ‘Soto Lombok’ yang legenda citarasanya telah diakui Nusantara.

14. Gado Gado Warung Citra ( Tahun 1956 – Sekarang )

Bahannya sama seperti gado-gado pada umumnya, lontong, rebusan telur, tahu, selada, kentang, taoge yang kemudian disiram dengan saus kacang dan kecap. Namun yang istimewa dari gado-gado ini, ia sudah hadir sejak tahun 1956. Uniknya lagi, gado-gado ini dijual di atas sepeda kumbang yang hingga kini masih terawat dan kokoh menemani berjualan. Gado gado Citra ini terletak  di Jalan Sutomo, Malang.

15. Warung Rujak Cingur Bude Ruk ( Tahun 1960 – Sekarang )

Bisa dikatakan inilah warung rujak cingur tertua yang masih ada di Kepanjen. Namanya Warung Rujak Bude Ruk. Di papan namanya tertulis sejak tahun 1960, tapi menurut beberapa orang, warung rujak Bude Ruk ini sudah ada sejak tahun 1950-an. Wah, sudah lama sekali kalau begitu ya?.

Warung rujak ini berada di Jalan Suruji nomor 17. Tepatnya di gang 1, gang sempit yang menghubungkan Jalan Suruji dengan Jalan Sultan Agung (Sawunggaling), tepatnya di sebelah Toko Jawa. Saking terkenalnya Warung Rujak Bude Ruk, sampai-sampai gang sempit ini pun diberi nama Gang Rujak.

16. Ketan Legenda Batu ( Tahun 1967 – Sekarang )

Di Kota Wisata Batu terdapat tempat makan terkenal bernama Pos Ketan Legenda – 1967 yang menghidangkan menu utama hidangan ketan. KWB Pos Ketan Legenda Kota Batu sendiri terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Batu atau lebih tepatnya di Jl. KH Agus Salim, Junrejo – Batu. Disini Anda akan disajikan aneka menu ketan mulai dari Ketan Bubuk, Ketan Susu Keju, Ketan Kacang, Ketan Keju Meses, Ketan Campur, dan Ketan Kicir yang terkenal akan citarasanya yang lezat. Selain aneka menu ketan, juga terdapat aneka minuman seperti teh, kopi, jossua, sogem, jahe, STMJ Murni Segar, Susu dan aneka minuman lainnya. Pos Ketan Legenda Kota Wisata Batu dibuka setiap harinya mulai pukul 15.00 – 03.00 dan untuk mode lesehan/cangkrukan dibuka mulai pukul 22.00.

17. Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul ( Tahun 1973 – Sekarang )

Warung Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul ini sudah ada sejak tahun 1973. Kehadirannya yang cukup lama di Kota Kuliner ini menjadikan Sate dan Gule Kambing Haji Paino Bunul sebagai salah satu kuliner Malang yang cukup legenda dan banyak diburu pembeli.

Berbeda dengan kebanyakan jenis sate dan gule kambing pada umumnya, citarasa kelezatan aneka menu kambing di rumah makan ini sungguh juara. Pasalnya, selain daging kambingnya sangat empuk, ‘bau kambing’nya pun tidak tercium sama sekali.

Rasa khas yang diciptakan mebuat warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Kualitas rasa juara, harga sangat bersahabat. Itulah yang membuat sate dan gule H. Paino ini disukai banyak kalangan.


18. Pecel Kawi ( Tahun 1975 – Sekarang )

Berdiri sejak tahun 1975, Pecel Kawi ini bisa dibilang merupakan salah satu ikon Kuliner Legendaris yang ada di kota Malang. Pecel Kawi, dinamakan demikian karena rumah makan yang menjual menu utama nasi pecel ini terletak di Jalan Kawi.

Tepatnya yakni di Jalan Kawi Atas nomor 43B/46, Kota Malang. Apalagi, kualitas citarasa khas pecel yang sudah diwariskan secara turun temurun, telah banyak dikenal di saentaro Negeri ini. Bumbu khas pecel yang sangat gurih dan lezat menjadikan citarasa yang menarik.

19. Bakso Presiden ( Tahun 1977 – Sekarang )

Bakso President berawal dari kegigihan dan keuletan Bapak H. Abd. Ghoni Sugito. Beliau berjualan bakso sejak tahun1977, waktu itu masih menjadi penjual bakso pikul keliling yang bahannya diambil dari orang lain. Rekan-rekannya sesama penjual bakso keliling biasanya paling laris bisa mendapatkan Rp 3.500 dalam seharinya, tetapi Pak Sugito ini dapat menghasilkan sampai Rp 10.000. Itu karena bahan yang diambil dari juragannya dimodifikasi terlebih dahulu sehingga mendapatkan cita rasa yang istimewa. Akhirnya terkumpullah modal untuk mandiri.

Pada tahun 1980, beliau sudah memiliki 15 gerobak keliling. Usahanya semakin maju dan akhirnya dimulailah untuk berjualan menetap. Awalnya dengan warung tenda di Pasar Senggol (Pasar Burung sekarang) pada tahun 1983. Kemudian karena lokasi itu terkena proyek bangunan, lokasi berjualan diputuskan pindah ke tempat lain. Dengan pertimbangan mencari lokasi yang ramai pengunjungnya maka dipilihlah berjualan di belakang Bioskop President (Mitra 2 Departement Store sekarang). Itulah makanya usaha Beliau dinamakan Bakso President.




Posted by : Kuliner Indonesia




Kuliner Legendaris Di Malang

Senin, 24 Februari 2014

Kuliner Khas Surabaya

Kuliner Khas Surabaya 

Kuliner Khas Surabaya
Kuliner Khas Surabaya - Surabaya adalah sebuah kota yang merupakan ibukota propinsi Jawa Timur. Merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Karena merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, maka sudah pasti sebagian besar masyarakat indonesia mengenalnya. Apalagi kota ini terkenal juga sebagai kota pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.

Kota surabaya menyimpan banyak sekali bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi. Bangunan-bangunan tinggi juga akan banyak kita jumpai di sana. Bagi pecinta binatang bisa mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang terletak di Jalan Setail No. 1 Surabaya. Sangat komplit pokoknya sehingga tak rugi jika sekali waktu anda yang berasal dari luar kota berkunjung ke kota ini. Pun, bagi pecinta kuliner anda bisa mencicipi aneka makanan khas surabaya yang cocok di lidah orang indonesia dan harganya relatif murah. Bisa kita temukan dengan mudah di sepanjang kota surabaya. Berikut adalah beberapa makanan khas surabaya yang perlu dicoba bagi anda yang belum pernah mencicipinya :

1. Rawon

Kuliner Khas Surabaya
Nasi rawon adalah sebuah sajian nasi bersama sup daging yang dibuat dengan bumbu khusus karena adanya tambahan kluwek sehingga warnannya menjadi hitam. Biasanya disajikan bersama kecambah, bawang goreng, kerupuk dan sambal. Rasanya sangat enak dan cocok bagi lidah orang indonesia. Masakan rawon yang sangat terkenal adalah Rawon Setan, bahkan ada yang bilang kalau anda belum pernah ke surabaya kalau belum pernah mencicipi rawon setan.


2. Lontong Balap
Kuliner Khas Surabaya


Lontong balap merupakan makanan khas surabaya yang merupakan perpaduan antara lontong, taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Biasanya disuguhkan bersama sate kerang. Rasanya sangat nendang dan enak apabila disantap dalam keadaan hangat.






3. Pecel Surabaya
Kuliner Khas Surabaya


Masakan pecel surabaya dapat dengan mudah anda jumpai di surabaya. Rasanya sangat mantap apalagi jika disantap dalam keadaan nasi masih hangat.





4. Rujak Cingur

Kuliner Khas Surabaya
Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah seperti timun, kerahi (krai, yaitu sejenis timun khas Jawa Timur), bengkuang, mangga muda, nanas, kedondong, kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur, serta sayuran seperti kecambah/taoge, kangkung, dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diulek, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak ulek.

5. Semanggi
Kuliner Khas Surabaya


Semanggi adalah salah satu makanan khas dari surabaya. Terdiri dari daun semanggi yang telah dikukus, kecambah, kangkung, kerupul uli serta bumbu yang terbuat dari ketela rambat (jawa: TELO). Kesemua bahan tadi dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk seperti kerucut (jawa: dipincuk). 


6. Tahu Tek

Kuliner Khas Surabaya
Tahu tek terdiri atas tahu goreng setengah matang dan lontong yang dipotong kecil-kecil dengan alat gunting dan garpu untuk memegang tahu atau lontong, kentang goreng, sedikit taoge, dan irisan ketimun dipotong kecil-panjang (seperti acar), lalu setelah disiram dengan bumbu di atasnya, ditaburkan kerupuk udang yang bentuknya kecil dengan diameter sekitar 3 cm. Makanan ini sangat nikmat dinikmati selagi hangat dan dengan mudah kita temui di surabaya.


7. Kue cucur
Kuliner Khas Surabaya


Ini adalah salah satu kue tradisional yang cocok di lidah orang indonesia khususnya orang jawa karena makanan ini memang berasal dari surabaya. Cara membuatnya yang tergolong mudah dan bahannya yang sederhana membuat kue ini bersifat merakyat. 



Itulah beberapa makanan khas surabaya yang seharusnya anda coba apabila mampir ke kota pahlawan tersebut. Sebenarnya masih banyak lagi makanan khas asal surabaya selain yang saya sebutkan di atas. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda seputar kota berlambang “suro dan boyo” ini. Meski tampilannya sederhana dan jauh dari mewah, tapi anda jangan meragukan kenikmatan dan kegurihannya.


Posted by : Kuliner Indonesia


Kuliner Khas Surabaya

Rabu, 19 Februari 2014

5 Kuliner Khas Yogyakarta

5 Kuliner Khas Yogyakarta 

5 Kuliner Khas Yogyakarta - Berkunjung ke Yogyakarta sepertinya tidak lengkap tanpa mencoba jajanan atau kuliner khas Yogyakarta. Kota Yogyakarta dikenal dengan banyaknya jajanan sepanjang jalan. Ada beberapa yang khas dari Yogyakarta dan sebagian lain adalah kreasi dari kreativitas pedagang makanan dan cukup sukses menjadi makanan khas Yogyakarta. Berikut ini 5 Kuliner Khas Yogyakarta yang tidak boleh terlewatkan dan wajib anda coba saat berlibur ke yogyakarta .

1. Gudeg
5 Kuliner Khas Yogyakarta
Gudeg merupakan makanan khas paling terkenal di Yogyakarta. Sebagian besar dari gudeg disediakan untuk makan malam dengan jam buka mulai pukul 09.00 ketika toko toko tutup. Kenapa? karena gudeg-gudeg yang cukup ramai dijual di trotoar di depan pertokoan atau lokasi-lokasi pusat keramaian.Gudeg yang dijual pada malam hari adalah gudeg basah. Gudeg ini berkuah dan tidak tahan lama, tidak seperti gudeg kering/kendil yang dijual sepanjang hari. Gudeg yang dijual di malam hari cenderung tidak terlalu manis dan harganya pun lebih murah.

2. Oseng-oseng Mercon
5 Kuliner Khas Yogyakarta
Bagi penggemar pedas, kuliner jalanan khas Yogyakarta ini tidak boleh dilewatkan. Tumis tetelan sapi yang lezat dimasak dengan cabai rawit hingga menimbulkan aroma kuat. Seporsi nasi panas dan oseng-oseng mercon dijual dengan harga 13.000 rupiah. Oseng-oseng ini dijual oleh beberapa warung di sepanjang Jl. KH A.Dahlan. Untuk yang paling enak dan asli menurut saya adalah oseng-oseng mercon Bu Narti yang berlokasi di depan gule kepala ikan Mas Agus (sebelah kiri jalan masuk ke SMA Muhammadiyah Lima)


3. Angkringan 
5 Kuliner Khas Yogyakarta
Angkringan adalah makanan yang menjamur di banyak tempat di Yogyakarta. Murahnya makanan yang dijajakan di Angkringan membuat tempat makan yang berbentuk gerobak dorong seperti kakilima ini sangat populer. Di Yogya, nasi kucing (Sego kucing) khas angkringan dijual hanya dengan harga 1000 – 2000 rupiah saja lengkap dengan dua macam pilihan lauk standar yaitu tumis tempe buncis atau sambal teri. Makanan penyertanya seperti usus, sate jerohan ayam, sate telur puyuh juga dijual dengan harga 1000 – 3000 rupiah saja per tusuknya. Jangan lupa gorengan dan tahu bacem, semua dapat dipanaskan kembali di tungku yang digunakan untuk merebus teh, kopi dan jahe.

4. Bakpia
5 Kuliner Khas Yogyakarta
Kue ini sering dibeli orang untuk oleh-oleh dari Jogja. Rasanya manis, dibuat dari adonan tepung yang diisi dengan kacang hijau, tetapi sekarang lebih bervariasi ada juga yang diisi keju atau coklat. Daerah yang terkenal bakpianya tentu saja Pathok yang biasa dikenal dengan bakpia Pathok, letaknya di sebelah barat Malioboro, atau di jalan KS. Tubun. Kami sarankan untuk membeli bakpia pathok 75, atau Bakpia Merlino yang rasanya dikenal paling enak. 

5. Sate Klathak
5 Kuliner Khas Yogyakarta



Sate Klathak adalah varian sate khas imogiri. Ciri khas sate ini adalah dimasak dengan menggunakan ruji sepeda tanpa bumbu apapun hanya garam yang dibubuhkan selama dipanggang diatas api hingga menimbulkan bunyi gemeletak. Selain sate, terdapat menu tongseng dan gule disini. Sate klathak yang terkenal adalah sate klathak Pak Pong di Pasar Jejeran di Jalan Imogiri Timur Yogyakarta.



Itulah 5 Kuliner Khas Yogyakarta yang wajib anda coba jika anda berlibur atau berkunjung kesana . Rugi deh kalo gak nyoba ,,, Ojo lali yo :D 



Posted By : Kuliner Indonesia


5 Kuliner Khas Yogyakarta

Senin, 17 Februari 2014

Kuliner Khas Betawi

Kuliner Khas Betawi 

Kuliner Khas Betawi - Tak bisa dipungkiri, salah satu daya tarik wisata di Jakarta adalah makanan khas Betawi. Meski masyarakat Betawi sendiri sudah semakin tergusur ke pinggiran akibat pembangunan kota, namun salah satu hasil budaya mereka berupa makanan khas Betawi masih bisa ditemukan di Jakarta.Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jakarta, jangan lewatkan kesempatan berwisata kuliner mencicipi makanan khas Betawi. Orang Betawi ternyata tidak hanya pintar berbalas pantun, mereka juga pintar membuat aneka kuliner yang lezat dan menggoyang lidah. Tak heran jika makanan khas Betawi banyak digemari oleh banyak orang dari berbagai latar belakang. Apa sajakah makanan khas Betawi itu? Simak tulisan berikut :

1. Roti Buaya 
Kuliner Khas Betawi

Rasanya mirip dengan roti tawar pada umumnya. Ukuran rotinya yang terbilang besar dan bentuk roti yang menyerupai buaya memiliki keunikan tersendiri. Roti buaya merupakan salah satu persembahan untuk pengantin dalam adat masyarakat betawi.




2. Kerak Telor
Kuliner Khas Betawi

Kerak telor sering dijumpai di daerah PRJ (Pekan Raya Jakarta) dan Kemayoran.  Dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.


3. Kembang Goyang
Kuliner Khas Betawi


Terbuat dari tepung beras yang di cetak dalam sebuah cetakan yang berbentuk bunga dan memiliki rasa gurih.





4. Kue Rangi
Kuliner Khas Betawi


Kue Tradisional khas betawi yang terbuat dari adonan parutan kelapa kelapa dan sagu yang dibakar kemudian dibalut saus gula merah yang manis dan legit





5.Gado-Gado Betawi
Kuliner Khas Betawi


Berupa sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburi bawang goreng. Sebagai tambahan ada emping goreng atau kerupuk.





6. Soto Betawi
Kuliner Khas Betawi


Soto Betawi hadir dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977 – 1978. Yang memopulerkan adalah penjual soto di THR Lokasari / Prinsen Park, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri.




7. Lontong Sayur Betawi
Kuliner Khas Betawi



Sayur lontong menggunakan pepaya muda (godog) dengan kuah santan gurih yang berasa pedas merupakan ciri khasnya






Demikian beberapa kuliner khas betawi yang sangat terkenal juga enak untuk di santap :D Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menambah pengetahuan anda tentang kuliner indonesia . Tunggu artikel-artikel selanjutnya ya .... Thank you and Happy reading :)



Posted By : Kuliner Indonesia



Kuliner Khas Betawi

Senin, 10 Februari 2014

Kuliner Khas Sunda

Kuliner Khas Sunda 

Kuliner Khas Sunda - Berbicara tentang kuliner, Makanan khas Sunda memang memiliki rasa yang sangat enak, salah satunya adalah cireng Bandung yang legit dan nikmat. Sunda bukan hanya dikenal sebagai suku di Indonesia yang memiliki budaya ramah dan bersahaja, tapi juga makanan yang ramah di mulut.

Seperti yang kita ketahui, Sunda berasal dari Jawa Barat. Maka dari itu, makanan khas sunda adalah berbagai makanan yang terdapat di daerah Jawa Barat. Dan pada kesempatan kali ini Espilen Blog akan membagikan kumpulan makanan khas Sunda, Jawa Barat, yang banyak tersedia di daerah seperti Bandung, Sumedang, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka, Garut, Cirebon, Bogor, dan masih banyak lagi.


1. Tahu Sumedang
Kuliner Khas Sunda

Sesuai dengan namanya, makanan ini merupakan makanan olahan tahu khas Sumedang yang biasa dicampur dengan cabai, ataupun yang lainnya.

2. Karedok
Kuliner Khas Sunda

Merupakan makanan khas daerah di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi.

3. Perkedel Bondon
Kuliner Khas Sunda

Perkedel kentang yang dimasak atau digoreng di atas tungku api, dan bahan bakan untuk menyalakan api/baranya menggunakan kayu atau arang. Mungkin cara memasaknya ini lah yang membuat perkedel ini sangat nikmat disajikan panas panas dan dengan sambal saja sudah cukup untuk menemani nasi sebagai lauk untuk bersantap.

4. Gepuk
Kuliner Khas Sunda

Gepuk adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari daging sapi,terasa sedikit manis dan gurih. Biasanya gepuk dibuat dengan daging sapi,yang diiris searah dengan serat daging dan direbus setengah mateng, kemudian di pukul pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam kedalam bumbu yang dicampur dengan santan.kemudian direbus kembali hingga air santan menyusut.Jika akan disajikan gorenglah gepuk dengan sedikit minyak hingga kecokelatan dan angkat.Gepuk akan lebih enak di santap dengan nasi hangat dan sambel yang kami sediakan.

5. Colenak
Kuliner Khas Sunda

Makanan khas Sunda yag berikutnya dalah Colenak yang merupakan singkata dari dicocol enak (Bahasa Sunda),merupakan makanan yang dibuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar kemudian disajikan dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah. Karena kandungan gula di dalam tape maka tape tersebut mudah gosong, meski ini adalah bagian yang terenak bagi beberapa orang.

6. Nasi Timbel
Kuliner Khas Sunda

Merujuk kepada cara memasak dengan membungkus nasi panas di dalam daun pisang. Panas nasi menjadikan aroma daun pisang luruh dan menambah aroma nasi. Caranya hampir sama dengan membuat lontong; ditekan, dipadatkan, dan digulung dengan daun pisang; biasnya disajikan bersama beberapa pilihan lauk-pauk teman nasi seperti ayam, bebek, atau merpati goreng, empal gepuk, jambal roti, tahu, tempe, sayur asem, lalab dan sambal. Nasi timbel pada 
perkembangannya mengilhami resep nasi bakar.

7. Cireng
Kuliner Khas Sunda

Cireng (singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk ‘tepung kanji goreng’) adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji. Makanan ringan ini sangat populer di daerah Priangan, dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng.

8. Misro 
Kuliner Khas Sunda

Misro merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Terbuat dari parutan singkong yang bagian dalamnya diisi dengan gula merah kemudian digoreng, karena itulah dinamai Misro yang merupakan kependekan dari amis di jero (bahasa Sunda, artinya: manis di dalam). Bentuknya bulat. Makanan ini enak disantap saat hangat.


  1. Surabi
  2. Tahu Sumedang
  3. Tahu Gejrot
  4. Bala-bala
  5. Cilok, Aci dicolok (Bahasa Sunda: "tepung sagu dicolok")
  6. Cimol, bola sagu
  7. Leupeut, compacted rice with or without filling, wrapped in young coconut leaf
  8. Peuyeum sampeu
  9. Peuyeum ketan
  10. Comro, Oncom dijero (Bahasa Sunda: "oncom di dalam")
  11. Misro, Amis dijero (Bahasa Sunda: "manis di dalam")
  12. Odading
  13. Dodol Garut
  14. Kolontong
  15. Opak
  16. Ranginang
  17. Kalua
  18. Ladu


Bagaimana, sangat beragam dan unik bukan Makanan Khas Sunda ? Selain itu juga masakan Sunda dikenal memiliki rasa yang sangat enak dan menggugah selera. Semoga informasi kuliner diatas dapat menambah wawasan kita semua terkait kekayaan kuliner nusantara.



Posted By : Kuliner Indonesia


Kuliner Khas Sunda

Jumat, 07 Februari 2014

3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia

3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia 

3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia
3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia - Tiga kuliner yang kental dengan makanan sehari-hari masyarakat Indonesia, yakni nasi goreng, rendang, dan sate, diperkirakan bisa menjadi duta negara di dunia internasional. Demikian disimpulkan hasil riset lembaga riset baru yang berfokus memantau jejaring sosial, Prapancha Research.

Lembaga peneliti yang berisi peneliti asal Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada itu mengatakan, nasi goreng, rendang, dan sate lebih terkenal secara global dibanding rata-rata masakan lain yang berasal dari Asia. Kesimpulan itu didapat dari hasil rangkuman perbincangan di Twitter.

3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia
Nasi goreng adalah menu makanan yang paling banyak diperbincangkan di jejaring sosial, dengan 2,3 juta perbincangan di luar Indonesia, diikuti rendang dengan 1,1 juta perbincangan di luar Indonesia. Selanjutnya, sate dengan 533 ribu perbincangan di luar Indonesia.

Sementara untuk masakan mancanegara, tom yam di luar Thailand memperoleh hanya 254 ribu perbincangan, bulgogi dan bibimbap di luar Korea masing-masing memperoleh 210 ribu dan 162 ribu perbincangan.

“Dibandingkan dengan tom yam, makanan terkenal khas dari Thailand. Bulgogi, masakan daging tersohor dari Korea. Lalu bibimbap, nasi campur dari Korea, jauh tertinggal dibandingkan pembicaraan tentang masakan Indonesia” kata Cindy Herlin Marta, analis Prapancha Research, dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (26/7).

Nasi goreng, rendang, dan sate memiliki posisi di daftar 50 makanan terlezat dunia hasil jajak pendapat yang dihelat situs CNN Go. Rendang menempati posisi pertama, dan nasi goreng menempati posisi kedua.

Dengan serbuan makanan-makanan Asia lain ke dalam negeri dan mengenali ketenaran makanan-makanan tersebut, tak heran banyak yang mengira makanan Asia lain lebih memikat hati dan selera orang-orang mancanegara.


3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia
Di Indonesia, sudah ada begitu banyak restoran bahkan gerai kecil yang menjual makanan Asia. Sayangnya, di luar negeri, tidak begitu banyak restoran khusus makanan Indonesia, hanya segelintir saja. Padahal, di jejaring sosial, makanan Indonesia justru lebih terkenal.

Menurut Prapancha Research, kebanyakan warga dunia menikmati makanan asal Indonesia di restoran China atau restoran umum yang menyediakan masakan Asia. Akibatnya, menjadi hal yang lazim jika orang-orang asing cenderung mengira nasi goreng, sate, atau rendang berasal dari Thailand, Singapura, atau Malaysia.

Bila Indonesia diikutsertakan dalam pantauan, total perbincangan sate di Twitter akan mencapai 8,6 juta perbincangan, nasi goreng 5,4 juta perbincangan, dan rendang 2,5 juta perbincangan. Jumlah perbincangan sate dan nasi goreng bahkan melampaui perbincangan lasagna, masakan internasional asal Italia, yang perbincangannya mencapai 3,8 juta, dan mendekati spaghetti yang mencapai 9 juta. Bahkan perbincangan bibimbap dan bulgogi di luar Korea sendiri, paling banyak kedua adalah di Indonesia (bulgogi 40 ribu, bibimbap 26 ribu).

Kesimpulan yang bisa didapat, Indonesia memiliki komoditas kuliner yang potensial. Untuk makin memopulerkan kuliner asal Indonesia, menurut Prapancha Research, dibutuhkan dukungan pasar dalam negeri yang kuat, dukungan dari pemerintah (pelatihan, informasi, peminjaman dana), dan menyusun strategi bersama.

Nilai strategis ekspansi ini berlimpah, menurut Prapancha Research, hal ini bisa memperkuat kebanggaan nasional, mengundang turis ke tanah air, membuka pasar ekspor bahan pangan, mendatangkan devisa, dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.



Posted By : Kuliner Indonesia



3 Kuliner Indonesia Yang Mendunia 

obatdiabetesherbal10.wordpress.com | obatstrokeherbal10.wordpress.com | obatmiomherbal10.wordpress.com