Senin, 31 Maret 2014

Mie Instan Dari Mancanegara

 Mie Instan Dari Mancanegara  

 Mie Instan Dari Mancanegara

 Mie Instan Dari Manca Negara -, Masyarakat modern sekarang untuk segala hal mengutamakan kecepatan, orang-orang saking sibuknya bahkan tidak punya waktu untuk memasak.

Demikian pula budaya makanan juga mengalami perubahan. Budaya makanan cepat saji telah menjadi populer. Mie instan yang dalam tempo tiga menit bisa disajikan di meja makan juga dikembangkan sesuai dengan selera berbagai negara.

Budaya bangsa di berbagai negara di dunia memiliki selera yang berbeda, ada yang suka pedas, ada yang suka asam, juga kesukaan berbeda terhadap bermacam rempah, ada juga yang tabu terhadap daging, bahkan penggunaan alat makan pun bervariasi, orang Asia Timur suka menggunakan sumpit, orang Barat suka menggunakan pisau dan garpu. Dari mie instan pun dapat terlihat budaya pangan dunia

Versi mie instan dari berbagai negara

Menurut laporan zh.cn.nikkei.com, perusahaan Nissin yang memproduksi mie instan Nissin versi Asia, bangsa yang menggunakan sumpit cocok untuk mie panjang, berdasarkan “rasa seafood” rasa ikan dan kerang, mirip dengan versi Jepang. Di dalam sup ditambahkan kecap, garam dan rempah yang digemari bangsa Asia Timur.

Namun, versi Indonesia karena ketentuan dari agama Islam, di dalam sup meniadakan daging babi. Versi Thailand sesuai dengan selera makan lokal "rasa Tom Yum Goong", ditambah rasa asam yang kas dan ditambah dengan berbagai rempah herbal.

Versi Eropa dan AS Mienya lebih pendek, panjang mie hanya sekitar setengah dari mie Jepang, dipertimbangkan untuk masyarat Eropa dan Amerika Serikat yang menggunakan sendok garpu untuk mengkonsumsinya. dibagi menjadi versi Meksiko, versi Brasil, versi India dan versi AS.

Mangkuk mie instan pertama di dunia dikatakan dimulai pada tahun 1958, diciptakan oleh Wu Baifu (Momofuku Ando) orang Jepang keturunan Taiwan, ia mendirikan Nissin Food Products Company, di kota Ikeda, Prefektur Osaka untuk kali pertama meluncurkan "Ramen rasa ayam." Ada cerita mengenai Momofuku Ando menemukan mie instan: Pada tahun 1957, setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami kesulitan sosial, penduduk sering kelaparan, maka Momofuku Ando menciptakan mie goreng yang awet dalam jangka panjang, sehingga semua orang selalu dapat dengan cepat mengisi perut.

Budaya makanan Asia

Mie instan di setiap negara berbeda, pada kenyataannya, berdasarkan alasannya karena budaya kuliner masing-masing negara berbeda.

Tiongkok yang mempunyai kebudayaan 5000 tahun, berfokus pada keterampilan memasak, masakan tradisional Tiongkok memperhatikan ketrampilan memotong, cara memasak dan penyajian, aroma, rasa, bentuk dan rasa. Ditambah lagi mengandung multi-etnis karena daerah Tiongkok yang luas, dari selatan ke utara, terlepas dari geografi, iklim dan adat istiadat yang berbeda, sesuai dengan letak geografis dibagi menjadi lima jenis masakan, masakan Sichuan, masakan Shandong, masakan Kanton, masakan Huaiyang dan masakan Dongbei.

Budaya makanan Jepang terpolarisasi, cara makan yang elegan untuk makanan seperti kaiseki, memperhatikan peralatan makan yang indah dan makanan ditempatkan secara tertib, dengan cara makan yang lebih lambat dan anggun.

Terdapat banyak hidangan makanan ringan dalam porsi kecil di hadapan setiap orang, makan dengan cara menikmati setiap hidangan dengan perlahan-lahan, jangan sekali makan menghabiskan seluruh hidangan.

Metode lain menikmati mie dengan lepas-bebas yakni ketika memakan ramen menimbulkan suara semakin besar berarti ramennya semakin lezat, dengan sekuat tenaga menyedot ramen beserta supnya. Mengeluarkan suara “slurp!”, bahkan dengan sekali menarik nafas menyesapnya.

Cuaca di India yang panas, makanan yang dimasak sering dibumbui dengan rasa kari dan lainnya, dimakan dengan tangan dengan tujuan untuk menambah selera makan.

Masakan Thailand, esensi masakan Thailand dalam sausnya memperhatikan 5 rasa yang seimbang yaitu, asam, pedas, asin, manis dan pahit. Orang Thailand suka menggunakan merica, kari, kecap ikan, terasi, santan ...... dan lain-lain bumbu alami untuk menambah rasa masakan.

Budaya kuliner Eropa dan AS

Orang Italia bersifat romantis, memperhatikan tata cara makanan, sarapan pagi pasti meminum secangkir kopi cappuccino.  Orang Prancis sangat disiplin terhadap Table manners, menyajikan masakan dan tempat duduk dilayani dengan aturan ketat.

Orang Yunani paling penting pada makan siang, tetapi waktu makan siang terbilang agak lambat, dimulai setelah jam dua sore. Sekali makan bisa sampai 2 jam, di perusahaan Yunani di sore hari sering tidak dapat menemukan stafnya, karena mereka sedang lahap makan dan minum. Dengan demikian waktu makan malamnya relatif tertunda.

Meksiko dipengaruhi oleh budaya Indian kuno, rasa makanan berdasarkan rasa asam dan pedas, saus mole yang merupakan makanan lezat terbuat dari campuran 30 macam paprika dan rempah-rempah yang berbeda. Orang Meksiko dari generasi ke generasi suka makan jagung, dapat dipahami teknik memasak jagung mereka dapat bervariasi sampai lima ratus jenis hidangan. Bakcang jagung, lumpia, jagung, cake jagung, kue jagung, pokpia jagung, tongkol jagung, pancake jagung, kue jagung tebal, kerupuk jagung, cookie jagung dan banyak lagi.

Orang Amerika masih mempertahankan semangat kepeloporan, pada umumnya orang makan dengan cepat, sehingga menjadi pelopor negara budaya makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng, dan kini budaya cepat saji memasuki berbagai sudut di dunia.

Setiap negara memiliki karakteristik makanan khas tersendiri yang juga mewakili budaya bangsa tersebut, tapi kebanyakan orang masih percaya bahwa, tidak peduli bagaimana lezatnya makanan dari negara lain tidak bisa dibandingkan dengan kelezatan makanan kampung halaman sendiri. 




Posted by : Kuliner Indonesia


 Mie Instan Dari Mancanegara  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

obatdiabetesherbal10.wordpress.com | obatstrokeherbal10.wordpress.com | obatmiomherbal10.wordpress.com